no title
J
ogja…
Kota yang dulu
kuanggap sebagai tujuan terakhir ku, sehingga aku berani untuk pindah
dan menjadi penduduk kota ini. namun ndak tau akhir-akhir ini aku koq
ndak betah ya ada di jogja…
Berawal dari peristiwa gempa 27 mei kemaren terus beberapa tragedi beruntun yang hampir membuat hidupku goyah.
Kehilangan orang yang kusayang dan yang menjadi spirit ku
untuk tetap bertahan di kota ini menjadi awal dari pembuka dari
rangkaian tragedi ini. Suasana ruangan yang kurang kondusif dan menjadi
ajang "perang dingin" menambah beban psikologis ku. Kondisi studiku
dimana aku di "vonis" tidak bisa wisuda april tahun depan gara-gara 1
mata kuliah menambah aku hampir hilang kepercayaan diri hingga aku
berada pada titik terbawah dari sebuah perjalanan yang pernah ku lalui.
Migrain yang "menjangkiti" kepala ku ditambah nafsu makan yang hilang
bagai dihempas badai mempercepat "kejatuhan" fisik ku.
Dan kini,
Keadaan berlanjut ketika aku harus kehilangan kembali seseorang yang
menemani dan memberiku "support" saat-saat "kejatuhan" ku kemaren
dengan alasan yang sampai sekarang aku ndak tau.
Dan sekarang, Aku ndak tau lagi apa yang akan terjadi lagi besok..
Aku pasrah pada MU Robb ku.